Kamis, 22 September 2016

Seputar Wajib Militer di Korea Selatan yang Mengejutkan

Annyeong chingudeul. Di Indonesia sekarang kan lagi booming bahas soal program bela negara yang katanya mirip mirip dengan wamil di Korea, hanya saja waktu pelaksanaannya lebih singkat. Kalian para K-Popers pastinya udah gak asing lagi dengan istilah wamil alias wajib militer di Korea sana. Banyak fangirl yang suka lebay pas idol mereka mau berangkat wamil. Nah hari ini gue mau posting satu artikel tentang wamil di Korea Selatan. Bermodalkan searching sana sini gue berhasil menghimpun infonya di bawah ini.



Wamil atau wajib militer adalah kewajiban bagi warga negara berusia antara 18 – 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara. 
Warga wanita biasanya tidak diharuskan wamil, tetapi ada juga negara yang mewajibkannya, seperti di Israel. Korea Selatan adalah salah satu negara yang masih menjalankan wajib militer kepada warganya yang berjenis kelamin laki-laki.


Tujuan Wamil adalah untuk mempersiapkan para pemuda negara tersebut dengan teknik dasar militer sehingga siap membela negaranya jika sewaktu-waktu terjadi ancaman invansi dari negara lain dan militer kekurangan pasukan.


Korsel sendiri gencar menjalankan program wajib militer ini dikarenakan hubungannya dengan negara tetangganya, Korut, yang sampai saat ini masih terasa hambar pasca Perang Korea yang akhirnya memisahkan kedua negara tersebut. Pria Korea Selatan yang berumur 20-30 tahun diwajibkan mengikuti program wajib militer ini selama 2,3 – 2,5 tahun. Stress biasanya akan melanda mereka jika mendapat panggilan untuk wajib militer.


Namun ada beberapa golongan yang tidak diwajikban untuk mengikuti wajib militer ini.
1. Orang cacat.
2. Ilmuan
3. Orang yang berjasa bagi negaranya. Sehingga tim sepak bola Korea Selatan tahun 2002 ( Ahn Jung Hwan cs ) yang berhasil masuk semi final pada Piala Dunia tidak wajib mengikuti wamil.
4. Kriminal
5. Orang yang mengalami cedera fisik.
6. Jika laki-laki adalah pencari nafkah utama.
7. Sudah menikah dan tidak memiliki anak laki-laki.
8. Jika dia anak tunggal / hanya anak laki-laki. Hal ini untuk memastikan warisan dari keluargaatau semacam penerus keluarga.

Tapi mengenai poin ke 8 di atas gue pernah baca dari akun instagram @yannie_kim *seorang WNI yang tinggal dan kerja di Korea* menyebutkan bahwa


"Aku gak pernah dengar kalo anak laki satu2nya itu bisa punya pilihan untuk tidak WAMIL ( secara logika dikorea banyak yg punya anak 1 orang, kalo keluarga yg punya anak 1 bisa pilih tidak WAMIL maka sudah dipastikan 50% dr warga korea laki2nya tidak berangkat WAMIL dan sudah pasti kedepannya warga korea pasti gak mau punya anak lebih dari satu dong.Sementara korea lagi gencar2nya menggalang warganya agar mau punya banyak anak dengan iming2 santunan baik dr biaya selama hamil sampai tunjangan melahirkan dan biaya penitipan anak, pra school, tk di tanggung pemerintah Jd gak masuk akal kan?" 



Bukan hanya para artis dan orang terkenal saja yang ingin lepas dari kewajiban mereka sebagai warga negara Korea dewasa, tapi orang-orang biasa juga malas ikut wajib militer. Tentunya, siapa yang ingin mengabiskan minimal 21 bulan di kemp pelatihan dan terputus dari dunia luar. Menghentiak segala rutinitas sehari-hari bertemu teman dan harus mematuhi perintah atasan dan hidup disiplin 24 jam penuh seperti lazimnya para anggota militer lainnya. Untuk yang senang dengan kehidupan militer, yang bercita-cita masuk ketentaraan, atau yang punya rasa cinta tanah air sedemikian besarnya sih mungkin akan senang-seang saja. Tapi pada umunya rakyat sipil biasa pasti akan mengeluh. 

Banyak orang yang berusaha menghindari wajib militer ini. Cara pertama yang dilakukan adalah melepaskan kewarganegaraan. Tentunya ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang, tapi orang-orang Korea yang lahir dan besar di luar negeri punya dua kewarganegaraan Yang memilih mempertahankan kewarganegaraannya tentunya harus pulang ke Korea untuk menjalani wamil, walaupun dia bermukim di luar negeri. Masalahnya, ternyata banyak yang sengaja melepaskan kewarganegaraan Korea-nya. Orang-orang yang memilih jalur ini tidak dikenai kewajiban wamil. Enak kan? Tapi perkara tidak selesai di sini.

Bagi mereka yang melepaskan kewarganegaraan Korea karena ingin menghindari wamil akan mengalami kesulitan di masa depan jika mereka kembali ke Korea. Yang pertama, hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mendapatkan kewarganegaraan Koreanya kembali. Yang kedua, jika mereka ingin berkarir di Korea, mereka harus siap menerima tekanan kultural. Masyarakat menganggap rendah dan mencibir anak-anak dari keluarga yang sengaja melepaskan kewarganegaaraan untuk menghindari wamil. Di Korea, laki-laki belum dianggap sebagai laki-laki sepenuhnya jika mereka belum masuk wamil.

Laki-laki dewasa 20 - 30 tahun yang belum ikut wamil harus siap melayani dan menuruti seniornya. Walaupun posisi di pekerjaannya lebih tinggi, orang yang belum masuk wamil akan tetap kurang dihormati dan tidak disegani. Orang-orang yang sudah menyelesaikan wamil menganggap masa-masa yang mereka habiskan dalam wamil sebagai sebuah kebanggan dan sebuah proses menjadi laki-laki sejati. Hal ini dikarenakan mereka telah melepaskan semua posisi, pekerjaan, pendidikan, dan kenikmatan lain untuk mengabdi pada negara. Inilah yang dianggap sebagai hidup baru laki-laki sejati di Korea.

Gimana menurut kalian kalo program wamil ini diterapkan di Indonesia? 

Selasa, 20 September 2016

Review Film Korea The Wailing (2016) : Saat Manusia Lebih Menakutkan dari Setan

Hola chingu! Udah nonton film The Wailing belum? Film horror besutan Na Hong Jin ini lumayan sukses di negara asalnya dan lumayan ngehits juga di Path hehe. Gue sendiri udah lama nggak nemu film horror Koriya sejak nonton The Piper, karena rasanya horror Koriya belakangan ini kurang greget seremnya. But i think this one is worth to watch.

Sinopsis. Film ini menceritakan tentang kasus pembunuhan misterius yang menimpa sebuah keluarga. Seluruh anggota keluarga itu mati secara tragis. Namun salah satu korban kondisinya sangat aneh. Kulit dan tubuhnya membusuk seperti mayat hidup. Kasus ini kemudian ditangani oleh polisi bernama Jong Goo (Kwak Do Won).



Banyak desas desus yang mengiringi kasus ini, mulai dari dugaan wabah penyakit, jamur beracun yang bikin korbannya berhalusinasi, sampai munculnya seorang Pria Jepang mencurigakan yang kabarnya suka memakan daging mentah di hutan. Anehnya, si Pria Jepang ini juga muncul di mimpi Jong Goo dengan mata merah dan cuma pake celana dalam seakan mau menerkam Jong Goo, udah kek tuyul gede deh pokoknya



Awalnya Jong Goo hanya menganggap mimpinya sebagai bunga tidur, sampe kejadian misterius itu terulang dengan kondisi korban yang tak kalah tragis. Jong Goo pun memutuskan buat menyelidiki si Pria Jepang bersama seorang pendeta langsung ke tempat tinggalnya di hutan terpencil



Awalnya nggak ada yang salah dengan penyelidikan Jong Goo, sampe suatu hari putrinya tiba-tiba kerasukan setan. Tanpa pikir panjang, Jong Goo pun menuduh si pria Jepang sebagai dalang di balik serangkaian kejadian aneh di desa itu, dan memutuskan buat menghakiminya sendiri dan melupakan tugasnya sebagai polisi.

Review. Film ini cocok banget buat kamu yang suka film horror thriller tanpa penampakan hantu seram macam Valak atau Sadako. Film ini punya plot twist yang cukup unik. Penggambaran tokoh si Pria Jepang dijamin bakal bikin kamu setuju kalo dialah penjahatnya. Tapi, seiring film berjalan, penonton pun bakal dibikin menebak-nebak apa yang sebenernya terjadi di antara wabah misterius, si Pria Jepang dan si petugas polisi.


Walaupun mainstream, tapi gue suka dengan pembangunan nuansa creepy di film ini. Si Pria Jepang nih, mukanya nggak serem-serem amat tapi liat dia bawaanya pengen kabur aja haha xD 

Film ini cukup menghibur dan bagus banget buat ditonton sambil ndusel-ndusel sama pacar muehehe. Cuman durasinya agak kelamaan, nontonnya musti sabar. Pesan moralnya cukup bagus, kita nggak boleh menghakimi seseorang hanya dari satu sisi dan prasangka buruk cuma bakal jadi boomerang yang mencelakakan.

Score 8/10

Kamis, 15 September 2016

Review Drama Korea W-Two Worlds (2016) : Kisah Cinta Dua Dunia


Halo chingu! Siapa yang suka baca webtoon? Toonderella mana suaranya? Di tengah demam webtoon yang lagi anget-angetnya kayak sekarang, banyak production house yang tertarik membuat drama yang diadaptasi dari webtoon. Sebut aja 'Orange Marmalade', 'Cheese In The Trap', 'Schoolar Who Walks at Night', sampe yang terbaru 'Lucky Romance'. Sayangnya, di antara semua drama itu, nggak semuanya berhasil memikat penonton atau minimal sejajar dengan versi webtoonnya. Drama yang diharapkan akan fantastis dan bombastis seperti halnya webtoon ternyata berakhir biasa-biasa aja bahkan bikin kecewa, sebut aja 'Orange Marmalade'.


Nah, di tengah tren drama adaptasi webtoon, penonton akhirnya mendapat angin segar lewat drama 'W'. Alih-alih bikin drama adaptasi webtoon, 'W' justru menjadikan webtoon sebagai latar dari ceritanya, yaitu tentang kisah cinta seorang wanita dengan karakter pria yang hidup di dalam webtoon. Kesan pertama gue pas tau cerita drama ini adalah : 'Kok kepikiran ya?', 'Kok bisa ya?', dan satu pertanyaan menggelitik 'Kok judulnya irit banget ya?'


Drama ini paling cocok buat kamu yang punya daya imajinasi tinggi (baca : doyan mimpi di siang bolong), karena ceritanya nggak kalah ajaib dibandingkan kisah-kisah dramatis ala webtoon. Penasaran? Sama, gue juga. Baper? Samaaaaa, gue jugaaaaaa :')

Sinopsis. Oh Yeon Joo (Han Hyo Joo) adalah seorang ahli bedah di sebuah rumah sakit. Ayahnya adalah seorang komikus bernama  Oh Sung Moo (Kim Eui Sung), yang belakangan sedang menulis sebuah komik di webtoon berjudul 'W'. Karena ceritanya yang menarik, webtoon 'W' pun menjadi populer di kalangan Toonderella.

Suatu hari, Yeon Joo bertemu dengan gurunya yang punya julukan 'Crazy Dog' di rumah sakit Myung Se. Sang guru yang mengetahui bahwa webtoon kesayangannya adalah hasil karya ayah Yeon Joo pun membujuk Yeon Joo buat mencari tahu spoiler (bocoran cerita selanjutnya) dari webtoon tersebut. Yeon Joo pun mengiyakan permintaan Crazy Dog dan pergi menemui ayahnya. Namun, tak lama kemudian Yeon Joo mendapat kabar bahwa ayahnya telah menghilang secara misterius.

Tak tinggal diam, Yeon Joo pun berusaha mencari ayahnya. Tanpa diduga, Yeon Joo justru 'terseret' masuk ke sebuah dimensi berbeda, yang nggak lain dan nggak bukan adalah dunia webtoon 'ciptaan' sang ayah. Di dunia ini, Yeon Joo bertemu dengan Kang Cheol (Lee Jong Suk), tokoh utama yang berprofesi sebagai atlet menembak peraih medali emas di Olimpiade Athena. Di balik sosoknya yang populer dan ehem, ganteng, Kang Cheol adalah orang dengan masa lalu yang kelam. Seluruh keluarganya mati ditembak oleh sosok misterius yang belum diketahui.

Lantas, apa yang akan terjadi kemudian? Siapa Kang Cheol sebenarnya? Apa hubungan Kang Cheol dengan Yeon Joo dan ayahnya?

Review. Setelah nonton 2 episode, gue berani jamin kalo ini drama yang cukup menjanjikan, lebih seru dari 'Uncontrollably Fond' yang digadang-gadang bakal jadi 'The Next Descendant of The Sun' itu

Jujur, gue belum nemu lagi drama yang bener-bener bikin penontonnya 'terikat' dan bikin penasaran gila-gilaan kayak drama ini. Drama yang baru-baru ini gue ikutin somehow nggak begitu menarik, semisal 'Lucky Romance' atau bahkan 'Doctors' yang ratingnya lagi di atas angin banget sekarang. Gue cuma ngikutin sampe episode 8 atau 9 dan setelah itu mulai beralih ke lain hati drama.

Drama ini sebenernya mengusung plot yang lagu lama banget tentang 'time traveler' atau dunia dua dimensi atau apalah itu namanya. Cuma, si empunya cerita bisa dengan cerdas memasukkan latar yang lagi hueboh banget sekarang, yaitu webtoon. Di sini, tanpa sengaja Yeon Joo jadi terlibat dalam alur cerita webtoon yang dibuat oleh ayahnya sendiri.

Otomatis, dengan masuknya Yeon Joo ke webtoon itu, alur ceritanya pun bakal berubah. Inilah yang dijamin bakal bikin para penonton baper nggak ketulungan. Ketika para Toonderella mengidamkan kisah cinta nan romantis bersama cogan ala webtoon, Yeon Joo bisa 'dengan mudahnya' bertemu dengan cogan itu dan terlibat kisah cinta romantis rasa film thriller.


Selain itu, yang bikin penasaran adalah tentang sosok Kang Cheol sendiri. Seiring jalannya cerita, penonton bakal dibikin menebak-nebak tentang siapa Kang Cheol sebenarnya. Apakah Kang Cheol adalah orang yang ada di dunia nyata, apakah Kang Cheol sebenarnya juga 'korban' yang terseret masuk ke dalam webtoon, dan apakah hubungan ayah Hyeon Joo dengan masa lalu Kang Cheol yang kelam. Walaupun transisi antara dunia nyata dan dunia webtoon masih terasa kasar, gue rasa ini justru bisa jadi 'senjata' yang bagus buat bikin penonton makin penasaran.

Mungkin terlalu cepet ya kalo tulisan ini gue kasih judul review hehe, baru 2 episode doang. Tapi, hanya dengan 2 episode drama ini udah berhasil bikin penasaran kelanjutan ceritanya walau udah katam baca webtoonnya, wakwakwakwakwakwak. 


Oke sekian review dari 2 episode drama ini. Selamat menonton dan selamat bermimpi di siang bolong yaaaa :D

PS : All pics were taken from various source

Score : 9/10

Review Drama Korea Let's Fight Ghost (2016) : Hiburan Ringan yang Menggelitik


Satu lagi drama komedi romantis yang siap ditonton di bulan Agustus ini, judulnya 'Let's Fight Ghost'. Drama ini diangkat dari sebua webcomic yang rilis di tahun 2007 sampe 2010 berjudul 'Ssauja Gwisina' (싸우자 귀신아). Waktu yang cukup lama ya buat webcomic ini diangkat ke layar drama. Drama ini sendiri jadi comebacknya Kim So Hyun pasca main di 'School 2015' dan comebacknya Taecyeon pasca main di drama 'Dream High' dan 'Cinderella's Step Sister'.



Gue excited banget sama drama ini karena pengen liat Taecyeon oppa yang udah lama hiatus dari dunia drama hahaha. Di samping itu, dua pemain utamanya juga unik ya, mengingat Taecyeon dan So Hyun punya jarak usia yang cukup jauh sampe 11 tahun. Plotnya juga lucu, mengingatkan sama drama 'Oh My Ghost' yang sama-sama produksi tvN dan masih bikin gue susah move on sampe sekarang.



Sinopsis. Drama ini mengisahkan perjalanan seorang hantu penasaran bernama Kim Hyun Ji (Kim So Hyun) yang bertemu dengan seorang mahasiswa yang juga berprofesi sebagai ghost buster bernama Bong Pal (Taecyeon). Lucunya, sebagai pembasmi hantu, Bong Pal justru sangat penakut dan doyan banget sama duit. Dia punya ambisi ngumpulin sampe 100 juta won dari profesinya sebagai pembasmi hantu. Rencananya, uang itu bakal dia gunakan untuk operasi matanya biar nggak bisa lagi melihat hantu. Lucu kan, dia bisa lihat hantu dan punya keahlian mengusir hantu, tapi di sisi lain dia sendiri takut sama hantunya xD


Suatu hari, Bong Pal dapat sebuah misi membasmi hantu di SMA Putri Sonyi yang dikenal angker. Di sana, Bong Pal bertemu dengan Hyun Ji, seorang hantu siswa SMA yang udah gentayangan di sana karena penasaran dengan penyebab kematiannya. Yup, seperti halnya drama 'Oh My Ghost', sosok hantu di sini sama-sama amnesia dan nggak ingat tentang gimana dia bisa mati. Mungkin inilah kenapa ada istilah 'hantu penasaran'. Hyun Ji sendiri udah gentayangan dari satu sekolah ke sekolah lain buat menyelidiki masa lalunya. Hyun Ji sama sekali nggak ingat dengan siapa dirinya dan kenapa dia bisa mati. 




Pertemuan Hyun Ji dan Bong Pal pun perlahan mulai membuka ingatan Hyun Ji tentang masa lalunya dan bagaimana ia bisa terbunuh. Selanjutnya, mereka berdua pun bakal saling bekerja sama buat mengungkap masa lalu Hyun Ji dan hubungan rumit Bong Pal dengan ayahnya. Ditambah lagi bumbu romance antara manusia dan hantu yang dijamin bikin baper sekaligu gemes sambil gigit-gigit bantal haha.

Review. Satu hal yang unik dari drama ini adalah sosok Bong Pal sebagai ghost buster yang parnoan. Beda dengan tokoh pemburu hantu di film-film yang karismatik dan penuh aura misterius kayak di film si Valak haha. Bong Pal justru lebih sering kabur waktu ketemu hantu yang mukanya serem. Udah kek kartun Scooby Doo, konyol banget.


Pertemuan Hyun Ji dan Bong Pal pun perlahan mulai membuka ingatan Hyun Ji tentang masa lalunya dan bagaimana ia bisa terbunuh. Selanjutnya, mereka berdua pun bakal saling bekerja sama buat mengungkap masa lalu Hyun Ji dan hubungan rumit Bong Pal dengan ayahnya. Ditambah lagi bumbu romance antara manusia dan hantu yang dijamin bikin baper sekaligu gemes sambil gigit-gigit bantal haha.
Review. Satu hal yang unik dari drama ini adalah sosok Bong Pal sebagai ghost buster yang parnoan. Beda dengan tokoh pemburu hantu di film-film yang karismatik dan penuh aura misterius kayak di film si Valak haha. Bong Pal justru lebih sering kabur waktu ketemu hantu yang mukanya serem. Udah kek kartun Scooby Doo, konyol banget.


 Oh ya, banyak yang bilang pasangan So Hyun-Taecyeon ini sama sekali nggak cocok karena gap usia yang terlalu jauh. Tapi kalo gue bilang sih oke oke aja tuh. Taecyeon nggak keliatan kalo udah berumur ya, padahal bentar lagi mau kepala tiga. Masih cocok sama dandanan ala mahasiswa, walaupun kissing scene mereka terlihat agak awkward sih ya :(

Kalo melihat dari segi cerita drama ini cukup promosing buat sukses, dan di Korea sana ratingnya juga lumayan. Recommended buat kamu yang suka drama yang ringan dan penenang urat syaraf di kala penat. Score 8/10